BERITA

Informasi Dalam Rekaman Lensa

Warga Pulau Tidung Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Kapal Pinisi

Memanfaatkan limbah kayu, Alim Nusa Keong, salah satu warga Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan berhasil menyulap limbah kayu pinus menjadi miniatur kapal yang artistik.

Keterampilannya membuat miniatur kapal tersebut mulai diminati, dan kini Alim Nusa Keong bisa membantu perekonomian keluarga.

"Bahan dari kayu bekas, beli dari perusahaan mebel darat di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perbatang kayu pinus atau kayu jati belanda Rp 12 ribu," ujar Alim, Selasa (16/04/2019).

Alim menjelaskan, proses pembuatan miniatur kapal cukup lama, yakni satu kapal bisa sampai tiga hari. Bahkan untuk ukuran besar yang panjangnya 2 meter bisa lebih. Untuk pemasaran prodak hasil buah tangganya, kapal pinisi dijual di Pulau Tidung dengan harga Rp 500-2,5 juta/kapal.

"Saya memasarkan hasil kerajinan baru di area wisata Pulau Tidung. Harapannya ada lokasi yang disediakan pemerintah, seperti area pelabuhan di darat, karena lebih efektif," tutur Alim.

Dirinya mengaku, mulai belajar membuat miniatur kapal sejak tahun 2012, secara otodidak. Kini dalam sebulan penjulannya bisa mencapai 5 miniatur kapal dengan ukuran 30cm.

"Yang banyak diminati yang ukuran sedang, harga Rp 500 ribu," tambah Alim.

 

 

 

 

 

Reporter : Saeful Bahri