3 Orang Tewas Dalam Isiden Ledakan Kapal di Pulau Panggang

Kominfomas 1000 | Kamis, 18 Des 2014 - 21:18:05 WIB | dibaca : 3808 kali
 >
( )

Ledakan kapal ojek di perairan Pulau Karya, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, merenggut nyawa. Sedikitnya 3 orang  dinyatakan meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini hanya merupakan simulasi bencana yang diadakan Suku Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan sejumlah elemen masyarakat dan Sudin terkait seperti Sudin Damkar dan PB, Kepolisian, Satpol PP, PMI dan BPBD Kepulauan Seribu
 
Dari pantauan beritapulauseribu.com. Simulasi yang berjalan cukup meriah ini berlangsung sekitar pukul 10 pagi, saat itu belasan penumpang terlempar keatas setelah suara ledakan keras dari sebuah kapal motor yang didesain sebagai angkutan penumpang. Sementara itu para tim penyelamat mencari korban yang mengapung baik yang masih hidup maupun meninggal dunia, sedangkan pemadam kebakaran mencoba untuk memadamkan api.
 
"Dari skenario simulasi ini ada 3 orang dinyatakan meninggal dalam kebakaran dan belasan lainnya mengalami luka-luka, seperti patah tulang dan lainnya," ujar I Nyoman Suartanu Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu kepada beritapulauseribu.com.
 
Menurutnya, semua korban ledakan kapal itu merupakan warga dari Kepulauan Seribu Utara yang hendak pulang sehabis perjalanan dari Muara Angke menuju Pulau Panggang. "Mereka semua berasal dari Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan," kata Nyoman.
 
Sementara itu, Jamal (32) salah seorang warga Pulau Kelapa yang selamat mengaku tidak mengetahui pasti kejadiannya. Dia hanya mendengar suara ledakan keras. "Saya baru sadar ditempat ruang perawatan. Tadi pas kejadian saya hanya dengar suara ledakan saja," kata Jamal salah seorang peserta simulasi tersebut.
 
Menurutnya, kegiatan simulasi ini sangat penting mengingat wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan wilayah kepulauan. "Saya sangat mendukung kegiatan simulasi ini, soalnya dengan simulasi ini kami menjadi tau bagaimana yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," pungkasnya.
 
 
Reporter : Saeful Bahri / AT

 

Share