BERITA

Informasi Dalam Rekaman Lensa

Pembangunan Terbengkalai, Pemkab Kepulauan Seribu Pertanyakan Keseriusan Kementerian PUPR

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu mempertanyakan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melakukan pembangunan di Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung.

Hal ini berkaca pada pelaksanaan pembangunan penataan PKL dan tempat wisata di Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung yang dilakukan Kementerian PUPR sejak 2017 dan hingga kini tidak kunjung selesai, bahkan pembangunan yang ada terlihat terbengkalai.

Atas kondisi inilah, Pemkab Kepulauan Seribu melalui Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kepulauan Seribu akan mengundang direktorat terkait Kementerian PUPR untuk bertemu dan menjelaskan sejauh mana langkah yang akan dilakukan.

“Kita harapkan ada perkembangan, dan laporan secara terbuka tentang perincian ini. Pekan depan kita akan panggil direktorat yang menanggani hal ini untuk mendiskusikan dan menjelaskan kondisi ini kapan akan selesai. Kita akan bahas masalah ini hingga tuntas, sehingga tidak ada kerugian kedepannya,” tegas Kepala Ekbang Kepulauan Seribu, Andi Muchdar di Jakarta, Jumat (14/09/2018).

Seperti diketahui, pembangunan di lokasi Taman Sakura, Pulau Untung Jawa, dan Jembatan Cinta di Pulau Tidung dilakukan Kementerian PUPR untuk mendukung Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Proses pembangunan tersebut sudah dilakukan sejak 2017, dan direncanakan akan selesai pada 15 Desember 2018.

Berdasarkan data yang diterima, Kementerian PUPR mengaku proses pembangunan tersebut sudah mencapai 72,32 % untuk dua pulau tersebut.

“Ini proyek perceptan KSPN, tetapi diharapkan bisa selesai, tidak terhambat, dan terlalu lama. Apalagi saya melihat bangunan tidak sampai 50 persen, ini jadi masalah dilapangan, karena ini menyangkut kondisi pariwisata di pulau dan perekonomian masyarakat sekitar, jadi saya pertanyakan ukuran 72 % itu dari mana, apalagi kondisi bangunan belum terlihat secara nyata,” jelas Andi Muchdar.

 

 

 

 

Reporter: Petrus A