BERITA

Informasi Dalam Rekaman Lensa

Pembangunan Program Kementerian PUPR di Kepulauan Seribu Hambat Pariwisata dan Perekonomian

Perencanaan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah Kepulauan Seribu ternyata menghambat pengembangan pariwisata dan roda perekonomian masyarakat.

Kondisi ini terjadi usai pelaksanaan pembangunan penataan PKL dan tempat wisata di Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung yang dilakukan Kementerian PUPR sejak 2017 tidak berjalan sesuai rencana.

Pembangunan yang ditujukan untuk mendukung Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ditargetkan akan selesai pada Desember 2018, namun hingga kini terlihat tidak maksimal, dan hanya berdiri tiang-tiang pondasi dan tertutup seng.

Hal inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, dan meragukan proses pembangunan tersebut akan selesai tepat waktu.

“Kita harapkan ada perkembangan, dan laporan secara terbuka tentang perincian yang ada, dan tahun ini bisa selesai, meski kami pesimis hal itu bisa terwujud,” kata Kepala Ekbang Kepulauan Seribu, Andi Muchdar, Sabtu (15/09/2018).

Pembangunan yang berlokasi di Taman Sakura, Pulau Untung Jawa, dan Jembatan Cinta di Pulau Tidung itu sejauh ini mendapat respon negative dari para warga sekitar, dan dinilai menghambat roda perekonomian rakyat, karena tidak kunjung dapat menjajakan hasil usahanya.

“Sejauh ini banyak protes secara langsung ke Lurah Camat dan Pemkab Kepulauan Seribu, mereka mempertanyakan kapan bisa diselesaikan, kondisi ini sangat menghambat roda perekonomian, mata pencaharian warga, yang awalnya bisa berjualan, namun harus berpindah karena ada pembangunan. Selain itu, situasi ini juga berdampak pada pariwisata di Kepulauan Seribu yang membuat terlihat tidak nyaman bagi wisatawan yang berkunjung, tentunya ini sangat disayangkan,” tegas Andi Muchdar.

 

 

 

 

Reporter: Petrus A