BERITA

Informasi Dalam Rekaman Lensa

Tidak Kunjung Selesai, Warga Kepulauan Seribu Desak Kementerian PUPR

Proses revitalisasi taman wisata yang tidak kunjung rampung dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, membuat warga Kepulauan Seribu jenuh.

Pasalnya, Kementerian PUPR telah menunda penyelesaian revitalisasi taman wisata yang dilakukan di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan beberapa kali.

Ketua Karang Taruna Pulau Tidung, Ana Askuri mengatakan, para pedagang sudah menanti lama untuk menempati lokasi tersebut, karena kehadiran lokasi baru itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan mereka. 

"Kita minta segera dirampungkan pekerjaannya, agar kunjungan wisata bisa meningkat dan tidak mengganggu wisatawan yang sedang berlibur," ujar Askuri, Sabtu (05/01/2018). 

Seperti diketahui, Kementerian PUPR melakukan proses revitalisasi taman wisata bagi 50 pedagang kaki lima (PKL) dan kuliner sejak tahun 2017, tetapi hingga Juli tahun 2018 proses revitalisasi tidak kunjung usai, sehingga Kementerian PUPR untuk kali kedua mengeluarkan pernyataan bahwa proses pembangunan akan rampung pada Desember 2018.

Namun hal itu hanyalah mimpi, karena proses revitalisasi taman wisata di Pulau Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung baru mencapai tahap sekitar 90 persen hingga kini.

“Proses pengerjaan di Pulau Untung Jawa sampai saat ini belum bisa ditempati para pedagang, meski pengerjaannya tinggal finising-finising saja, kita minta secepatnya diselesaikan," ujar Rusli warga Pulau Untung Jawa.

Hal senada juga dikatakan Lurah Pulau Untung Jawa, Ade Selamet, dirinya mengaku banyak warga yang sudah menyampaikan kekecewaan dari proses pekerjaan revitalisasi taman wisata ini, dan sangat ingin segera digunakan.

“Sudah banyak warga menanyakan penyelesaian pembangunan ini, dan ingin segera menempatinya,” tutur Ade.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kepulauan Seribu, Andi Muchdar mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang direktorat Kementerian PUPR terkait untuk membahas penyelesaian pekerjaan, serah terima aset dan sistem pengelolaannya.

"Harusnya terkait target masa pembangunan lokasi pariwisata kedua pulau itu dan waktu kontrak kerja per Desember 2018 sudah selesai, kami ingin ada pembicaraan untuk kejelasan penyelesaian pembangunan ini," tegasnya.

 

 

 

 

 

Reporter: Zaini Miftah