Bupati Minta PHE OSES Komitmen Tangani Minyak di Kepulauan Seribu


Kategori : Pemerintahan | Reporter : Petrus Ardianto | Editor : Petrus Ardianto | 4 May 2021 | Dilihat : 15


...

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) yang masuk dalam Regional Jawa terus meningkatkan komunikasi dan sinergi dengan Kabupaten serta Forum Muspida Kabupaten Kepulauan Seribu dalam rangka menyelesaikan limbah minyak. 

Dalam pertemuan tersebut, Corporate Secretary Pertamina Subholding Upstream menyampaikan bahwa tujuan utama pertemuan hari ini adalah ingin berkoordinasi terkait dengan operasi PHE OSES di area Kepulauan Seribu. 

"Semenjak 1 April 2021, terjadi perubahan organisasi, semula dikenal sebagai PHE OSES, maka sejak 1 April 2021 berubah menjadi Pertamina Subholding Upstream Regional 2 Zona 6,” ujar Whisnu Bahriansyah, Corporate Secretary Pertamina Subholding Upstream, Senin (03/05/2021). 

Lebih lanjut, Whisnu menjelaskan bahwa  untuk Pertamina Subholding Upstream terbagi menjadi 5 regional. Regional 1 di Sumatera, Regional 2 di Jawa, Regional 3 di Kalimantan, Regional 4 di Kawasan Timur Indonesia dan Regional 5 di Overseas. 

"Mensikapi perubahan tersebut, kami membutuhkan dukungan, saran dan masukan dari stakeholder demi kelancaran operasi kami. Karena kami ingin menjalin sinergi yang baik dengan stakeholder di sekitar kami untuk kebaikan bersama, dan menjadi tetangga yang baik,” kata Whisnu. 

Beberapa waktu yang lalu, lanjut Whisnu, pihaknya mendapat musibah yang terjadi di laut area dari PHE ONWJ, dan kemudian ceceran minyak mendarat di darat pantai karawang serta ditemukan juga minyak yang mendarat di Kepulauan Seribu utamanya di Pulau Untung Jawa. 

"Kami merespon cepat kejadian tersebut dan telah melakukan pembersihan di sana, dan kami tetap melakukan pengecekan di laboratorium untuk menentukan karakteristik minyak di wilayah Kepulauan Seribu tersebut,” jelas Whisnu. 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi menyampaikan bahwa perlunya menyamakan persepsi atas adanya minyak yang mendarat di Kepulauan Seribu. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada PHE OSES yang membuka pertemuan untuk menyamakan persepsi kejadian ini. Ini perlu dilakukan karena merupakan musibah yang tidak terduga, ini adalah force majeur dan harus kita tangani bersama,” ujar Junaedi. 

Namun demikian, lanjut Junaedi, perlu dikaji dampak yang mungkin timbil kepada warga yang berprofesi sebagai nelayan, petani rumput laut maupun usaha lainnya. 

"Upaya pertama pembersihan terhadap ceceran minyak di area Kepulauan Seribu sudah saya laporkan juga ke Gubernur DKI Jakarta. Alhamdulillah dalam perjalanan kerja Gubernur DKI ke Kepulauan Seribu  minggu lalu, tidak ditemukan ceceran minyak dan tidak ada pencemaran. Hanya ada sedikit  ditemukan ceceran minyak yang menunggu untuk diangkut, masih di dermaga,” jelas Junaedi. 

Lebih lanjut, Junaedi menambahkan bahwa arahan Gubernur DKI Jakarta agar untuk segera menindaklanjuti kejadian ini dan tidak berkepanjangan dan bekerja ekstra, terlebih waktunya menjelang lebaran. 

"Perhatikan aspek safety bagi warga yang terlibat untuk melakukan pembersihan. Agar tidak menimbulkan dampak bagi warga. Intinya pesan bagi kami, agar warga tidak ada yang dirugikan. Agar diselesaikan secara aturan dan administrasi yang benar agar tuntas dan tidak bermasalah kedepannya. Perlu dibuatkan juga SOP penanganan ceceran minyak bersama antara Pertamina dan Kabupaten Kepulauan Seribu,” tegas Junaedi.
 


Berita Terbaru