Perhelatan Asian Para Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta pada 6-13 Oktober, nantinya akan dimulai dengan perhelatan pawai obor (torch relay) yang melewati 8 kota besar di Indonesia.

Pengambilan api obor sendiri dilakukan di api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, pada 5 September lalu, yang memiliki sejarah sumber api bagi pesta olahraga multi event di Indonesia, dimulai dari GANEFO di tahun 1963, Pekan Olahraga Nasional 1966, hingga Asian Games 2018. Sumber api abadi ini juga digunakan untuk obor upacara peringatan Hari Raya Waisak bagi umat Buddha setiap tahunnya.

Rencananya api akan dibawa berkeliling ke beberapa kota besar di Nusantara, yang mewakili pulau-pulau di Indonesia, yaitu Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkalpinang, dan Jakarta.

Ternate akan menjadi  tempat penyalaan obor Indonesia 2018 Asian Para Games untuk pertama kalinya, karena Ternate dipilih untuk mewakili Indonesia bagian timur, di mana juga bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional pada 9 September.

Setelah itu, api akan menuju Makassar, Sulawesi Selatan (12/9), Bali (16/9), Pontianak, Kalimantan Barat (19/9), Medan, Sumatera Utara (23/9) dan Pangkal Pinang, Bangka Belitung (26/9). Titik puncak pawai obor adalah pada 30 September di Jakarta. Sama seperti Asian Games, api akan dibawa keliling Ibu Kota untuk kemudian digunakan membakar kaldron Asian Para Games di kompleks Gelora Bung Karno pada pembukaan Asian Para Games 6 Oktober mendatang.

“Ini momen bersejarah. Ini pertama kali Indonesia jadi tuan rumah Asian Para Games. Mari kita viralkan event ini. Kita buktikan bahwa Indonesia ramah disabilitas. Pesan itu harus bisa sampai kepada masyarakat kita bahkan dunia,” tutur Ketua Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games Raja Sapta Oktohari.

 

 

 

Reporter: Petrus A