Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengimbau kepada nelayan agar melengkapi peralatan keselamatan atau alat komunikasi guna mengantisipasi cuaca buruk yang tengah terjadi.
"Dengan cuaca yang ekstrem sesuai informasi BMKG, saya harapkan nelayan untuk berhati-hati, jangan melakukan hal-hal yang melawan alam," ujar Junaedi, Rabu (08/01/2020).
Junaedi pun meminta nelayan harus meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melakukan aktivitas mencari ikan di laut, meski saat ini memasuki angin barat daya.
"Cuaca sampai Imlek bisa dikatakan masih ekstrem. Jadi nelayan tetap harus memperhatikan dan mengecek perlengkapan melaut seperti, mesin, kondisi kapal dan pelampung," tuturnya.
Sementara itu, Herman (38) nelayan Pulau Panggang mengaku, jika cuaca seperti ini dirinya tidak berani melaut karena jarang mendapatkan hasil.
"Sudah satu minggu tidak pergi, jika pergi dalam cuaca seperti ini hanya bisa buat makan, dapatnya sedikit hanya 2-5 kilogram. Beda jika cuaca bagus bisa dapat 20-30 kilogram ikan tongkol," tutupnya.
Tercatat beberapa kepal nelayan di Kelurahahan Pulau Panggang ditambatkan di dermaga dan pinggir pantai. Selain itu, nelayan yang tidak melaut terlihat tengah membenahi kapalnya.