Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi usai menerima audiensi BNN RI yang dipimpin Kasubdit Masyarakat Pedesaan Direktorat Pemberdayaan Alternatif, Hendrajid di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Menurut Junaedi, wilayah Kepulauan Seribu tidak ada peredaran atau pengguna narkoba, namun sebagai tempat wisata, banyak pengunjung yang perlu diwaspadai sehingga meminimalisir terjadinya peredaran.

“Kehadiran BNN ini untuk menjadikan wilayah Kepulauan Seribu tetap terjaga dari adanya peredaran narkoba, seperti apa yang Pemkab Kepulauan Seribu telah lakukan selama ini, khususnya mengantisipasi kunjungan wisatawan,” tegas Junaedi.

Junaedi pun berharap, dukungan BNN ini nantinya dapat diwujdukan dengan kegiatan yang sifatnya edukasi dan informasi kepada masyarakat atau pemilik home stay akan dampak bahaya narkoba.

“Kita perlu antisipasi dengan banyaknya kunjungan wisatawan, sehingga semakin mempersempit peluang terjadinya peredaraan narkoba oleh pendatang. Dan kehadiran BNN ini nantinya diwujudkan dengan kegiatan sosialisasi serta penyuluhan masyarakat dan pemilik home stay. Apalagi dalam waktu dekat BNN akan menghelatkan lomba Kampung Bebas Narkoba tingkat provinsi,” tutur Junaedi.

Menanggapi hal ini, Hendrajid menilai, Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) perlu menjadi perhatian agar tetap bebas dari narkoba.

“Meski wilayah Kepulauan Seribu bebas dari adanya masalah narkoba, namun sebagai kawasan wisata perlu perhatian khusus untuk pencegahan. BNN sendiri ingin melakukan program produktif kepada masyarakat agar Kepulauan Seribu jadi kawasan wisata yang aman dari peredaran narkoba, salah satunya menghelatkan lomba Kampung Bebas Narkoba pada tahun ini,” tambahnya.