Festival Pulau Untung Jawa yang menjadi agenda tahunan di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan terus dipersiapkan secara maksimal.
Kegiatan yang diselenggarakan pada 13-16 Februari di Taman Arsa, Pulau Untung Jawa ini sendiri persiapannya sudah 85 persen.
Menurut Ketua panitia Festival Pulau Untung Jawa 2020, Rusli, persiapan sudah mencapai 85 persen dari semua unsur, ditambah dengan dukungan dari Sudin Parekraf dan Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu.
“Persiapan berjalan lancar, baik dari sisi acara, kebutuhan spanduk dan umbul-umbul, peralatan maupun komunikasi dengan warga dan tokoh masyarakat, sejauh ini tidak ada kendala, apalagi ada dukungan dari Sudin Parekraf dan Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu,” kata Rusli, Jumat (07/02/2020).
Rusli yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pulau Untung Jawa menjelaskan, Festival Pulau Untung Jawa nantinya akan menampilkan banyak hiburan menarik untuk warga dan wisatawan pada 14-16 Februari.
“Ada banyak lomba yang dipersiapkan untuk warga, ada juga hiburan musik. Kita harapkan Bupati Kepulauan Seribu hadir membuka acara nanti,” tuturnya.
Tercatat perhelatan Festival Pulau Untung Jawa ini sendiri akan dimulai pada 13 Februari dengan kegiatan tasyakuran bersama warga Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, pemotongan tumpeng, serta tausiah. Sedangkan 14 Februari ada hiburan lenong, pada 15 dan 16 Februari dihelatkan pentas seni dan budaya Pulau Untung Jawa, lomba untuk anak-anak berupa menggambar, mewarnai, balap karung dan sepeda hias, festival kapal hias bagi nelayan, festival kuliner khas Pulau Untung Jawa, lomba mengolah sukun, lomba mancing untuk warga dan wisatawan, atraksi palang pintu dan malam puncak hiburan bagi masyarakat dan wisatawan berupa panggung hiburan musik reggae.
“Dengan adanya hari jadi ke 66 Pulau Untung Jawa dalam bentuk festival ini tentunya sangat positif sekali, sehingga menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa Pulau Untung Jawa secara geografis sangat mudah dicapai. Selain itu festival ini juga memperkenalkan budaya, seni serta kuliner. Hal ini juga bagian dari Pulau 1000 Warna, yang didalamnya terdapat Gerakan Seribu Sukun, Gerakan Seribu Warna, dan Gerakan Darwis,” jelas Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, Robin.