Penyelesaian masalah stunting menjadi hal utama yang diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, demi mendukung target Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat di tahun 2024.

Pemkab Kepulauan Seribu sendiri telah melakukan langkah nyata untuk mengatasi penurunan masalah stunting seperti, dibentuknya tim perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan penurunan stunting terintegrasi.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad saat menjadi pembicara dalam acara Monitoring dan Evaluasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang diselenggarakan di Grand Mercure Hotel, Jakarta, Selasa (18/02/2020) menjelaskan, tim yang dibentuk Pemkab Kepulauan Seribu tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab diantaranya, menyusun perencanaan dan anggaran intervensi penurunan stunting terintegrasi, mensosialisasikan rencana intervensi penurunan stunting terintegrasi kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah, dan lainnya.

“Kita juga melakukan delapan aksi terkait intervensi penurunan stunting yaitu, aksi analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perbup/Perwali tentang peran kelurahan, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting, serta review kinerja tahunan,” kata Husein Murad. 

Husein menjelaskan, masalah stunting merupakan masalah strategis karena menyangkut sumber daya manusia, sehingga penurunan stunting di Kepulauan Seribu harus dilakukan dengan upaya semaksimal mungkin.

“Perlu koordinasi multisektor, tidak hanya kesehatan, tetapi perlu keterlibatan UKPD/SKPD lainnya dalam penurunan angka stunting. Dan Pemkab Kepulauan Seribu sudah melakukannya,” tegas Husein.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menargetkan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Kepulauan Seribu terus menekan prevalensi stunting di tahun ini.

“Berdasarkan data yang telah dilakukan, prevalensi stunting di Kepulauan Seribu adalah 10,17 persen pada tahun 2019, dan ditahun ini kita targetnya semakin lebih rendah dengan upaya intervensi, sehingga target pemerintah pusat di tahun 2024 dapat tercapai,” harap Husein Murad.

Tercatat dalam acara Monitoring dan Evaluasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, dilakukan juga dua Penggalangan Komitmen Bersama yang dipimpin Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad dan seluruh UKPD/SKPD, yaitu Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.