Meski di tengah pandemi virus Corona, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, terus melestarikan dan membudidayakan pohon sukun.
Lurah Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Hafsah mengatakan, pelestarian dan budidaya yang dilakukan berupa perawatan bibit yang sebelumnya ada di rumah bibit kelurahan setempat.
"Kita hanya perawatan saja, masih ada 23 pohon yang dirawat," kata Hafsah, Kamis (30/04/2020).
Hafsah menjelaskan, dari puluhan bibit yang sebelumnya ada di rumah bibit, kini telah dilakukan penanaman di beberapa lokasi lahan milik pemerintah provinsi, dan lahan-lahan warga yang membutuhkan untuk budidaya dan penghijauan.
"Kini tinggal 23 pohon sukun bersama bibit pohon dan tanaman lainnya yang ada, untuk pohon sukun kita tidak bagikan ke warga, tapi untuk pohon kelor kita bagikan dan kita kontrol pertumbuhannya," terangnya.
Hafsah menambahkan, selain pohon kelor petugas PPSU kelurahan juga merawat bibit pohon dan tanaman lainnya untuk restoking penghijauan seperti pohon kelor, bougenvile, kayu angin, daun suji, pandan wangi, pucuk merah, jahe dan jahe merah, kunyit, salam, sereh, pohon naga, cabe, jambu, beringin putih, lidah buaya, lidah mertua, pohon dewa, mangkokan, mangrove, guribang, nyamplung, buah tien, sirih, blueberry dan patah tulang.