Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu terus mengantisipasi ketersediaan air bersih di Kepulauan Seribu, salah satunya dengan membangun Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
Rencananya pembangunan SWRO ini sendiri masuk dalam tahun anggaran 2018 - 2019 hingga awal 2020, dan bertujuan untuk membantu produksi air bersih Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang kapasitasnya belum maksimal.
Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Abdul Rauf mengatakan, hingga saat ini BWRO tersebut ada di 10 pulau permukiman dari 11 pulau permukiman, dengan kapasitas mesin produksi yang berbeda-beda.
“SWRO saat ini sudah ada di 9 pulau permukiman masing-masing Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Pulau Kelapa Dua, Pulau Payung, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang dan Pulau Tidung serta 1 di Pulau Karya, Kepulauan Seribu Utara. Satu lagi Pulau Sebira yang sedianya dibangun tahun ini ditunda hingga tahun depan karena masalah Covid-19, anggaran dialihkan untuk sementara," kata Abdul Rauf, Kamis (14/05/2020).
Abdul Rauf menambahkan, untuk BWRO bisa melayani warga selama 16 jam, karena terbatasnya hasil produksi, sementara SWRO sudah bisa melayani warga selama 24 jam dengan kapasitas produksi yang lebih besar.
"Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar sehingga ketersediaan dan kualitasnya terus dijaga melalui pengecekan berkala sebulan sekali oleh petugas," tandasnya.