Sektor pariwisata diyakini menjadi pendorong roda perekonomian Indonesia ditengah pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.

Kepulauan Seribu sendiri yang merupakan bagian dari DKI Jakarta dinilai mampu menjadi pemacu pemasukan negara dari sisi kunjungan wisatawan, karena potensi wisata yang dimiliki mampu menarik perhatian ditengah pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB Transisi.

Hal itu disampaikan praktisi pariwisata, Prof Nicolaus Lumanauw saat menjadi narasumber dalam dialog virtual yang diselenggarakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa  (INTI) melalui aplikasi zoom meeting.

"Pulau Seribu punya peluang pasar dengan kondisi Covid-19, apalagi saat ini pemerintah sudah menerapkan PSBB Transisi, dimana aktifitas sudah mulai berjalan meski ada penerapan pola kehidupan baru, serta perilaku yang baru. Kondisi inilah yang menjadi keunggulan Pulau Seribu, karena memiliki natural landscape yang banyak dicari wisatawan saat ini," kata Nicolaus, Selasa (07/07/2020) malam.

Tidak hanya itu, Pulau Seribu diyakini memiliki tiga potensi wisata ditengah pandemi Covid-19 yang menjadi daya tarik, yaitu Sumber Daya Alam, Cagar Alam dan Taman Nasional.

"Tiga potensi ini menjadi keunggulan, selain lokasi Pulau Seribu yang mudah diakses dari pusat kota Jakarta," tambahnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, yang juga menjadi narasumber dalam dialog tersebut mengaku, Pemkab Kepulauan Seribu terus melakukan pembenahan ditengah pandemi Covid-19, mulai dari melakukan penataan kawasan beberapa pulau, kegiatan pentas seni, mengeksplore potensi water sport, mengadirkan spot selfi dan hal lainnya yang diharapkan menarik kunjungan wisatawan.

"Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat, namun pasca diterapkan PSBB Transisi dan dibukanya kembali kunjungan wisatawan, Pemkab Kepulauan Seribu bersama semua pihak mewujudkan wilayah Pulau Seribu masuk dalam zona hijau Covid-19," tutur Husein Murad.

Wujud nyata Pemkab Kepulauan Seribu dalam menjaga zona hijau adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, menyediakan sarana cuci tangan disetiap rumah dan dermaga, kampanye gerakan 3M, penerapan protokol penumpang, protokol homestay serta protokol wisata.

"Zona hijau jadi potenai kedepan agar wilayah Kepulauan Seribu diminati, tidak hanya hiburan tapi lokasi yang sehat, sehingga bisa aman dan tetap produktif, serta juga dapat mengeliatkan kembali ekonomi," tambah Husein.