Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mulai mengaktifkan rumah maggot yang ada di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.
Dalam pengaktifannya, petugas PJLP Kebersihan Sudin LH menjadi operator instalasi bio konversi atau rumah maggot baru, yang ada di Pulau Tidung tersebut.
Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Djoko Rianto Budi Hartono mengatakan, sebagai proses pembelajaran dan praktek petugas mulai mengaktifkan dengan memanfaatkan sampah organik dari warga.
"Dari bio konversi ini hasilnya ada larva maggot dan kompos, sangat menguntungkan warga Pulau Tidung," kata Djoko, Selasa (28/07/2020).
Djoko menjelaskan, setiap satu siklus hidupnya memerlukan satu minggu yang larvanya berfungsi menghancurkan sampah organik, dan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) ini mampu mereduksi sampah organik empat kali dibanding beratnya, atau setiap 1 kg larva maggot mampu mereduksi 4 kg sampah per hari.
"Larva maggot yang dihasilkan bisa menjadi makan ternak atau ikan dan sisa reduksinya menjadi kompos," terangnya.
Tercatat untuk harga telur maggot saat ini 1 kg Rp.60 ribu, larva maggot kering harganya Rp.80 ribu, dan bibit maggot BSF prepura harganya Rp.75 ribu.
"Harapannya, dengan adanya satu instalasi setiap pulau permukiman hingga akhir tahun nanti, selain sampah organik tuntas juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat," tambah Djoko.