Anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE), Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan uji petik kompensasi di wilayah Kepulauan Seribu, Rabu (26/08/2020).
Uji petik bagi penerima kompensasi tahap final ini dilakukan di dua titik, yaitu Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang, dengan masing-masing penerima kompensasi total di dua pulau sekitar 143 orang, yang merupakan 10% dari 1426 warga terdampak di kedua pulau.
“Tim PHE akan melakukan uji petik terhadap beberapa profesi penerima kompensasi dengan melibatkan Tim Pokja, Tim PPLH IPB, Tim BPKP dan Tim Kejaksaan Agung RI.
Tujuan uji petik ini adalah untuk memastikan warga terdampak sesuai dengan profesi yang dalam SK Bupati Kab. Kepulauan Seribu,” kata VP Relations PHE Ifki Sukarya.
Ifki Sukarya pun berharap, kegiatan uji petik tersebut nantinya bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan SK serta tepat sasaran dan tepat jumlah.
“Selanjutnya PHE ONWJ akan melakukan pembayaran kompensasi tahap final di Kepulauan Seribu di awal September. Setelah Kepulauan Seribu tuntas dibayarkan, maka kompensasi akan dibayarkan ke Kabupaten/Kota Banten, Tangerang, Bekasi dan Kabupaten Karawang,” tutur Ifki.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asminekbang) Kepulauan Seribu, Iwan Samosir mengaku, kegiatan pelaksanaan uji petik ini dilakukan dengan protokol Covid 19 yang ketat.
“Penerapan protokol kesehatan menjadi hal utama sesuai aturan perusahaan dan pemerintah, dengan pendampingan dari tenaga medis. Semua petugas yang terlibat dan warga yang ikut uji petik sebelum pelaksanaan acara dilakukan rapid test, tetap menggunakan masker dan jaga jarak serta pengaturan waktu sehingga tidak ada kerumunan,” tutur Iwan.
Tercatat, Kepulauan Seribu merupakan penerima kompensasi yang pertama dari beberapa daerah terdampak tumpahan minyak jenis YYA-1, yang terjadi bulan Juli 2019.
“Masyarakat Pulau Seribu sangat kondusif dan data yang di lampirkan juga lengkap. 143 warga yang menerima terdiri dari 91 warga Pulau Untung Jawa dan 52 warga Pulau Lancang. Data ini di peroleh dari IPB yang melaksanakan survey sejak awal yang di dampingi oleh BPKP,” tambah Ehsan Nurhakim, Assisten Manager CSR.