Limbah kayu bagi sebagian orang mungkin tidak bermanfaat, namun ditangan Harun (51), warga Pulau Kelapa RT 005/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, limbah kayu bisa menjadi berbagai jenis cinderamata dan barang bernilai jual tinggi.
Ditangan bapak enam orang anak ini, limbah kayu mampu disulap menjadi berbagai macam kerajinan tangan berukuran kecil hingga besar, dan dipasarkan kepada wisatawan yang datang ke keramba apung miliknya.
"Saya mencoba-coba untuk membuat suvenir, jika mereka bisa, pasti saya juga bisa, sehingga saya terus berkreasi dan berhasil. Bahkan sudah beberapa kali dan sudah beberapa juga orang berminat membeli," kata Harun di Pulau Kelapa, Senin (01/02/2021).
Harun mengatakan, dengan dibantu tetangga dan teman sebagai pengerajin, pihaknya sudah berhasil menciptakan banyak kreasi.
"Sampai sekarang ini saya buat banyak dengan berbagai jenis dan bentuk seperti burung garuda, menara Eiffel, kapal pinisi," ujarnya.
Dalam proses pembuatan, Harun menjelaskan, dirinya menggunakan barang-barang bekas atau limbah kayu yang hayut di laut dan tidak terpakai seperti bambu, daun pisang kering, dan dari kayu bekas.
"Kita jual antara Rp. 1 juta hingga Rp. 3 juta, tergantung besar, kecil dan tingkat kesulitannya. Wisatawan mancanegara paling suka miniatur kapal untuk dibawa ke negaranya, seperti turis Prancis dan Belanda," paparnya.
Harun menilai, kemampuan warga pulau tidak kalah dengan masyarakat lain yang ada di darat, dan dengan adanya bantuan dari pemerintah, pasti masyarakat luar akan mengenal kerajinan di Kepulauan Seribu.
“Kita manfaatkan wisatawan yang datang ke resto untuk makan sambil melihat-lihat kerajinan tangan, siapa tahu tertarik dan membelinya, dan kita manfaatkan masa pandemi ini untuk berkarya dan menghasilkan uang," pungkasnya.