Salah satu warga RT 01/03, Kelurahan Pulau Untung Jawa Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Asmanah (40) mengaku, merasakan banyak manfaatnya bergabung di Jakprenuer binaan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Kepulauan Seribu.

Asmanah memaparkan, diawali dari hobby yang suka memasak dan berkreasi, dirinya mulai merintis usahanya membuat keripik sukun pada tahun 2013 dan mulai dikenal orang, sehingga memutuskan bergabung dengan Jakpreneur pada tahun 2019 untuk mengembangkan usahanya.
 
"Saya yakin dengan bergabung ke Jakpreneur produk saya lebih berkembang dan dikenal banyak orang," kata Asmanah, Selasa (09/02/2021).

Asmanah menilai, dengan bergabung di Jakpreneur, dirinya mendapatkan banyak manfaat berupa kegiatan yang positif seperti pelatihan produk, pendampingan, perizinan, pemasaran, cara membuat kemasan dan desain yang menaik.

"Banyak ilmu yang saya peroleh setelah bergabung di Jakprenuer, seperti produk saya semakin dikenal banyak orang, mempermudah usaha perizinan, banyak pelatihan yang saya ikuti, memperluas pasar dan mendapatkan fasilitas sertifikasi halal," terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Kepulauan Seribu, Melinda Sagala mengaku, IKM binaan Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu terus mendamingi binaannya hingga sampai pada proses pemasarannya.

"Pada saat pandemi seperti ini, pemasaran produk melalui sosial media atau online cukup efektif, kita bantu ekspose dan itu kita jadikan program tahun 2021 ini," jelasnya.

Melinda menambahkan, hingga saat ini dari seribu lebih IKM dan UKM binaan, sudah ada 253 yang sudah eksis dan mandiri dalam pembuatan, pengemasan dan pemasaran produknya.

"Salah satunya keripik sukun bu Asmanah Pulau Untung Jawa itu, untuk yang lain secara perlahan kita akan ekspose semuanya melalui sosial media facebook dan instagram Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu," tandasnya.