Setelah ditutup beberapa waktu lalu, Taman Arkeologi Onrust yang ada di Kepulauan Seribu, kembali dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya menjelaskan, setelah sebelumnya Taman Arkeologi Onrust ditutup kini telah dibuka kembali mengikuti putusan yang ditetap Gubernur DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

“Taman Arkeologi Onrust kembali dibuka mengikuti Keputusan Gubernur Nomor 107 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro untuk mencegah penyebaran atau penularan Covid-19, SK Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Nomor 87 Tahun 2021 Tentang Pengaturan Operasional Museum dan Gedung Pertunjukkan Seni Budaya di Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, serta SK Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 123 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Pada Sektor Usaha Pariwisata,” kata Berkah Shadaya, Kamis (11/02/2021).

Berkah Shadaya menjelaskan, Taman Arkeologi Onrust yang terdiri dari Pulau Cipir, Pulau Onrust dan Pulau Kelor telah dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang harus diikuti para pengunjung, demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Menerapkan protokol 3M, pengecekan suhu tubuh, pengunjung dilarang berpindah tempat duduk dan berlalu-lalang, membayar tiket dengan cara non tunai, mengisi data pengunjung dalam buku tamu atau sistem informasi, pembatasan pengunjung 50 persen, mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dan terakhir jam operasional pengunjung pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB,” jelasnya.