Sebanyak 82 usulan fisik dan non fisik dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yang diselenggarakan secara virtual dari kantor kecamatan setempat, Selasa (16/02/2021).
Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi saat membuka Musrenbang Kecamatan Kepulauan Seribu Utara menilai, apa yang diusulkan warga melalui rembuk RW dan melalui reses dewan DPRD DKI Jakarta di wilayah Kepulauan Seribu, bisa diakomodir dan direalisasikan dalam tahun anggaran 2022.
"Hal ini menjadi perhatian kita semua, karena apa yang diusulkan merupakan skala prioritas dan kebutuhan bersama, jadi kita juga akan perjuangkan hingga tingkat provinsi nanti," kata Junaedi.
Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Utara, Ismail menambahkan, 82 usulan yang dibahas dalam Musrenbang tersebut berasal dari tiga kelurahan, dimana Kelurahan Pulau Panggang sebanyak 32 usulan, Kelurahan Pulau Harapan sebanyak 19 usulan dan Kelurahan Pulau Kelapa sebanyak 31 usulan.
"Usulan didominasi pembangunan fisik berupa pembangunan tanggul untuk mengatasi abrasi, pembuatan gazebo di obyek wisata dan perbaikan dermaga serta peningkatan jalan, sementara program non fisik meliputi pelatihan peningkatan kapasitas SDM dan pengadaan mesin pengolahan sampah," jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta, dapil Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Neneng Hasanah yang ikut hadir secara virtual mengatakan, pihaknya akan ikut memperjuangkan apa yang menjadi usulan warga saat reses.
"Saran saya selain ada Kampung Jepang di Pulau Untung Jawa, di pulau lain juga perlu ada Kampung Betawi untuk melestarikan budaya lokal," pungkasnya.