Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puja Berhias Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, konsisten melakukan perawatan 10.000 bibit mangrove di sisi utara kawasan wisata Jembatan Pengantin.
Perawatan ini dilakukan untuk menjaga lingkungan dan menjadikan potensi edukasi serta wisata bagi Kelurahan Pulau Untung Jawa.
Menurut Ketua Pokdarwis Puja Berhias Kelurahan Pulau Untung Jawa, Rusli, 10.000 bibit mangrove tersebut merupakan bantuan yang diperoleh melalui program corporate social responsibility (CSR) PT. Nusantara Regas pada tahun 2020.
“Perawatan ini dilakukan anggota Pokdarwis Puja Berhias, dimana dalam sehari ada tiga orang yang bertugas,” kata Rusli, Selasa (09/03/2021).
Rusli menjelaskan, perawatan yang dilakukan dalam bentuk menjaga sampah agar tidak masuk di area penanaman, merapihkan kembali pohon mangrove yang terjatuh, menancapkan kembali pancang/ ajir untuk penahan mangrove, membersihkan daun-daud mangrove dari arus air yang menempel, dan mengikat kembali batang mangrove yang hanyut terbawa arus.
“Pertumbuhan bibit mangrove bervariasi, dari awal 40 cm, kini sudah mencapai 45-48 cm. Kita harapkan mangrove ini menjadi kado untuk anak cucu kita nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Supriyadi mengapresiasi upaya Pokdarwis untuk konsisten merawat taman mangrove di kawasan wisata Jembatan Pengantin.
"Ikut senang, kegiatan ini merupakan upaya pelestarian lingkungan dan memperbanyak destinasi wisata berbasis lingkungan atau ekowisata di Pulau Untung Jawa," tandasnya.
Menanggapi hal ini, Officer CSR PT. Nusantara Regas, Hendy Priatna mengapresiasi komitmen Pokdarwis Puja Berhias Kelurahan Pulau Untung Jawa yang konsisten menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam.
“Bantuan 10.000 bibit mangrove merupakan program CSR PT. Nusantara Regas dalam upaya pelestarian lingkungan, sehingga bisa melindungi pantai dari erosi dan abrasi, melindungi pemukiman penduduk dari terpaan badai dan angin dari laut, mencegah intrusi air laut, tempat hidup dan berkembang biak berbagai satwa liar, serta memiliki potensi edukasi dan wisata,” tuturnya.