Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, Duta Imam Taraweh yang diselenggarakan Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-qur'an (LBIQ) dan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, bisa menjadi motivasi untuk para Iman di Kepulauan Seribu.
"Dari 10 orang Duta Imam Taraweh yang ditugaskan di tiap masjid, empat diantaranya merupakan berasal dari Kepulauan Seribu," ujar Junaedi, Senin (26/04/2021).
Junaedi berharap, Ramadhan tahun depan 10 duta imam taraweh yang ditugaskan oleh LBIQ dan Baznas Bazis DKI Jakarta merupakan putra pulau, dan tidak dari wilayah lain.
"Program ini menjadi spirit bagi para imam untuk lebih meningkatkan kualitasnya dalam pelaksanaan ibadah sholat," ujar Junaedi.
Sementara itu, Kepala Seksi Perpustakaan dan Publikasi LBIQ DKI Jakarta, Ahmad Munthoi mengatakan, empat duta imam taraweh yang terpilih merupakan dari Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka dan Pulau Harapan sementara enam lainnya dari daratan Jakarta.
"Imam taraweh ini sebelumnya telah mengikuti seleksi terbuka dan terpilih untuk menjadi imam di masjid-masjid Pulau Permukiman," pungkasnya.
Munthoi menambahkan, untuk satu kali imam yang bertugas di Kepulauan Seribu diberikan honor sebesar Rp 750 ribu, serta uang penginapan dan makan sebesar Rp 350 ribu.
"Semoga ini menjadi amanah dan manfaat, berkah untuk umat," pungkasnya.