Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Sudin PPKUKM) Kepulauan Seribu, menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan makanan sehat dan keamanan pangan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM Jakarta).
Bimtek yang diikuti sebanyak 25 pelaku usaha makanan olahan Kelurahan Pulau Panggang, diselenggarakan sejak 2-3 Juni.
Kepala BPOM di Jakarta, Safriansyah mengatakan, Bimtek dilakukan dalam rangka mendukung desa wisata aman pangan, dengan membantu mendapatkan pengelolaan yang baik sehingga bisa menyediakan bahan pangan yang baik, bermutu dan aman konsumsi.
"Bimtek meliputi pembinaan cara produksi pangan olahan yang baik untuk industri rumah tangga, agar bermutu dan layak konsumsi," kata Safriansyah, Kamis (03/06/2021).
Safriansyah menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang berusaha di bidang pangan olahan meningkat, tercatat ada peningkatan dua kali lipat pada tahun 2019 dibanding 2020, karena para pelaku usaha melihat potensi penjualan pangan olahan itu lebih cepat bisa menghasilkan income dengan teknologi yang tidak perlu rumit.
"Badan POM menetapkan Kepulauan Seribu adalah salah satu desa untuk destinasi wisata yang kita bantu, untuk mendapatkan pengelolaan pangan yang baik, sehingga bisa menyediakan pangan yang aman bermutu bagi wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu," tuturnya.
Sementara itu, Syamsul Hidayat, Kepala Seksi UKM Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu menambahkan, kedepan pihaknya akan kerjasama lebih lanjut dengan BPOM di Jakarta terkait pengawasan langsung dilapangan.
"Berharap dengan pelatihan ini akan membawa banyak manfaat, karena ini sangat penting sebagai destinasi wisata pangan di Kepulauan Seribu harus aman konsumsi," tandasnya.