Perhelatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen disambut positif para orang tua murid di wilayah Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Bagi sebagian besar orang tua murid, PTM terbatas 100 persen menjadi hal yang positif karena dapat kembali merasakan kebersamaan dengan guru dan teman-teman di sekolah.

Menurut Yanti Amri, salah seorang wali murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulau Panggang 03 Pagi, anaknya Anggi Cinta Lestari sangat senang bisa beraktivitas di sekolah. 

"Anggi kelas 6, hari ini baru pertama kali masuk sekolah. Dia senang sudah masuk sekolah, ketemu sama teman-teman dan gurunya," ujar Yanti.

Sekolah tatap muka ini juga disambut gembira oleh orang tua murid, Rani Oktafiah asal Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

“Lebih baik jika sekolah tatap muka terus diterapkan di Kepulauan Seribu, karena wilayah Kepulauan Seribu sudah zona hijau. Wisatawan juga sudah banyak yang berkunjung ke Kepulauan Seribu,” tutur Rani saat mengantar anaknya ke sekolah.

Rani pun berharap prokes di sekolah bisa diterapkan dengan ketat, sehingga pembelajaran tatap muka dapat berlangsung aman.

Hal serupa juga diungkapkan Musyarofah (10) siswa SDN Pulau Panggang 03 Pagi, dirinya antusias saat mengikuti pembelajaran tatap muka hari pertama di sekolah.

"Saya senang bisa kembali belajar ke sekolah. Bisa bertemu guru, bisa bertemu juga dengan teman-teman" katanya.

Terpantau, pembelajaran tatap muka di SDN Pulau Panggang 02 Pagi dan 03 Pagi, Kelurahan Pulau Panggang hari pertama berjalan cukup lancar, siswa yang datang ke sekolah dicek suhu tubuhnya dan diminta mencuci tangan sebelum masuk ke kelas. Di kelas setiap siswa diminta mengucapkan suhu tubuhnya ke guru.

Saat di kelas, guru juga terlebih dahulu mengajari siswa untuk menggenakan masker dan face shield dengan benar. Termasuk memberikan penjelasan tentang pentingnya protokol kesehatan di sekolah.