Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Apung Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di perairan Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara akan kembali beroperasi melayani nelayan mulai pekan depan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir mengatakan, SPBU Apung sudah beroperasi di Kepulauan Seribu sejak bulan Juli hingga Desember 2021, dan saat ini tengah melakukan perpanjangan kontrak penggunaan kapal angkutan BBM antara PT Alinda Nusantara dengan PT. Pertamina Patra Niaga.
"Kontrak perpanjangan operasional angkutan kapalnya sudah selesai pekan ini, dan mulai beroperasi pekan depan," ujar Iwan di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (11/01/2022).
Iwan menambahkan, tahun 2022 untuk kuota BBM bersubsidi sebesar 2.000 Kiloliter/tahun, ada peningkatan dari tahun 2021 sebesar 1.640 Kiloliter/tahun untuk melayani masyarakat nelayan di Kepulauan Seribu.
"BBM bersubsidi ini dijual kepada nelayan yang mendapatkan rekomendasi dari lurah maupun Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kepulauan Seribu," pungkasnya.