PHE OSES dan PHE ONWJ yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina Regional Jawa, berhasil membantu kebakaran kapal nelayan cumi KM Makindo Jaya, dalam operasi penyelamatan yang terjadi pada jarak sekitar 24 Km dari Platform Zelda P milik Central Business Unit (CBU) PHE OSES.

Pemadaman kebakaran dilakukan oleh kapal CB. NMS Accomplish milik PHE OSES dan kapal AHTS Princess Borneo milik PHE ONWJ pada 6 Maret lalu di perairan Pulau Sebira, Kepulauan Seribu Utara.

Petugas Operator Radio mendapat laporan dari kapal CB. NMS Accomplis mengenai adanya kepulan asap putih diduga berasal dari kapal yang terbakar. Petugas Operator Radio segera berkoordinasi dengan Superintendent Production CBU dan selanjutnya menginstruksikan Kapal CB. NMS Accomplish yang sedang berada di Platform  TITI-A untuk melakukan pengecekan ke lokasi dan mengkonfirmasi bahwa kepulan asap putih yang terlihat merupakan kapal nelayan cumi KM Makindo Jaya yang terbakar.

Para ABK kapal CB. NMS Accomplish dibantu oleh berapa personel CBU melakukan tindakan pertolongan dengan memadamkan kapal yang terbakar. kapal AHTS Princess Borneo dari PHE ONWJ yang berada disekitar lokasi juga turut membantu melakukan pemadaman.

Dalam proses pemadaman, kapal AHTS Princess Borneo berhasil melakukan evakuasi para ABK kapal nelayan cumi KM Makindo Jaya sebanyak 11 orang, dan tidak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa pada kebakaran kapal nelayan ini, semua ABK kapal nelayan berhasil diselamatkan kemudian dipindahkan ke kapal KM Surya Cemerlang 88 dan kebakaran kapalnya pun sudah berhasil dipadamkan”, ujar Suroso Superintendent CBU  PHE OSES dan  Deni A Taufik Superintendent Zulu-AVSA PHE ONWJ.

Sementara itu, nakhkoda Kapal KM Makindo Jaya, Tama, mengungkapkan rasa syukurnya, dan mengapresiasi kepada pihak Pertamina yang telah membantu penyelamatan.

“Terima Kasih pada pihak Pertamina yang sudah melakukan tindakan cepat dalam penanganan kebakaran yang dialami oleh kapal kami, dan mengevakusi kami dengan baik sehingga kami semua selamat dari musibah itu,” tuturnya.

Sementara itu, Senior Manager Communcations  Regional 2, Agus Suprijanto menyampaikan bahwa Subholding Upstream Regional Jawa bergerak cepat setelah mendapatkan laporan bahwa ada kapal nelayan cumi yang terbakar disekitaran wilayah operasi kerja.

“Hasil koordinasi dan kerjasama yang baik antara PHE OSES dan PHE ONWJ dalam membantu melakukan pemadaman, dan evakuasi ABK kapal nelayan cumi, merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami terhadap situasi kejadian wilayah kerja,” ungkapnya.

PHE OSES dan PHE ONWJ merupakan KKKS dibawah koordinasi SKK Migas yang beroperasi di wilayah Kepulauan Seribu, dan dalam operasinya senantiasa patuh pada aspek HSSE dan peduli dengan lingkungan.