Libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah memberikan angin segar bagi dunia pariwisata di Indonesia, salah satunya Kabupaten Kepulauan Seribu.

Momentum ini diharapkan bisa menjadi pemicu bangkit pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu, pasca dua tahun pandemi Covid-19 yang tidak kunjung menurun.

Seperti diketahui, setelah dibukanya lokasi wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan oleh pemerintah saat libur lebaran Idul Fitri tahun 2022, wilayah Kepulauan Seribu kembali bergairah dengan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata.

Berdasarkan data Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, kunjungan wisatawan sudah terlihat sejak awal libur lebaran hingga H+5 lebaran. Bahkan puncak kunjungan terjadi pada 5 Mei, dimana mencapai 7.978 wisatawan.

"Tentunya ini hal positif bagi perekonomian warga Kepulauan Seribu, mengingat salah satu mata pencahariannya dari sektor pariwisata," kata Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Puji Hastuti, Minggu (08/05/2022).

Puji menilai, wilayah Kepulauan Seribu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, selain karena dekat dengan daratan Jakarta, Kepulauan Seribu juga menyajikan berbagai destinasi menarik yang ada di Pulau Penduduk, Pulau Resort, Pulau Konservasi serta lainnya.

"Kita terus mengimbau kepada para pelaku wisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga Kepulauan Seribu terus menghadirkan wisata aman, nyaman dan sehat," tambah Puji.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pulau Untung Jawa, Rusli mengaku, dengan mulai dibukanya pariwisata di Kepulauan Seribu secara bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan, bisa membangkitkan perekonomian masyarakat kedepannya.

"Antusias wisatawan sangat tinggi, bahkan homestay selalu ramai dipesan wisatawan, dan para pelaku wisata lainnya juga merasakan dampaknya, semoga ini bisa dipertahankan," tuturnya.