Untuk meramaikan Jakarta Hajatan ke-495, Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, melaksanakan restocking ribuan benih ikan, di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara.
Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya mengatakan, kegiatan konservasi laut berupa restocking di perairan Pulau Pramuka, dengan jumlah sebanyak 1.485 ekor dari tiga benih jenis ikan.
"Kita sebar di perairan Pulau Pramuka meliputi benih ikan nemo sebanyak 495 ekor, benih ikan kerapu sebanyak 495 ekor dan benih ikan bawal bintang sebanyak 495 ekor," ujar Devi, Kamis (26/05/2022).
Devi menambahkan, restocking ini adalah mengembalikan ikan-ikan kepada alam, agar bisa berkembang biak dan menjaga kelestarian laut.
"Ini upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang ada, dengan bibit-bibit ini menjaga ketersediaan yang akan datang. Jika sudah besar, dapat membantu ketersediaan ikan bagi nelayan di perairan Kepulauan Seribu," tuturnya.
Sementara itu, Zaenab Biki, Kepala Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) menjelaskan, restocking di area Pulau Pramuka ini karena ikan-ikan ini nantinya akan dimonitoring dan dipelihara oleh pengurus PBKL hingga menjadi indukan/besar.
"Jika bibit-bibit ikan ini dilepas di pulau lain bisa langsung ditangkap oleh nelayan, sedangkan kami ingin memperoleh indukan ikan lebih banyak lagi, karena saat ini mencari induk sedikit susah," ucapnya.
Zaenab mejelaskan restocking tahun ini ditargetkan menyebar 10.000 ekor ikan, dimana hingga Mei sudah 4.000 ekor ikan direstocking mulai dari ikan nemo, krapu, kakap, hingga bawal.
"Berharap sumber daya ikan di Kepulauan Seribu beranekaragam, tidak hanya ikan nemo tapi ada ikan bawal, krapu macan, krapu tikus dan kakap," tutupnya.