Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar pelatihan keterampilan di ruang pola Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka.
Ketua DWP Kabupaten Kepulauan Seribu, Rita Susanti Junaedi mengatakan kegiatan pelatihan berupa pembuatan sabun, lilin dan handsanitizer dari minyak jelantah (mijel) ini diikuti 100 anggota DWP.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan menggali potensi anggota, karena olahan mijel dapat menjadi barang yang mempunyai nilai tinggi dan berguna. Kegiatan ini juga untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Ini pengalaman baru untuk para anggota karena seblumnya Ibu-ibu hanya mengumpulkan mijel saja," kata Rita Rabu (15/06/2022).
Rita menjelaskan, limbah jelantah merupakan minyak bekas pemakaian yang banyak digunakan ibu rumah tangga, sehingga bisa dimaksimalkan dengan diolah menjadi sabun dan handsanitizer yang dapat digunakan sehari-hari.
"Alhamdulillah anggota sangat senang sekali dan antusias karena mereka bisa mendapatkan ilmu baru. Diharapkan, pelatihan ini dapat direalisasikan dilingkungan rumah masing-masing. Dalam pelatihan ini kami menggandeng Rumah Hijau Pulau Pramuka, Ibu Mahariah yang menjadi mentor pelatih kali ini," ucapnya.
Rita menambahkan, hasil pelatihan ini dapat mendongkrak ekonomi dan ketahanan pangan keluarga, sehingga kedepannya para anggota bisa menjadi pengrajin yang menghasilkan uang untuk menambah perekonomian keluarga.
"Untuk pemasaran kita ada UP2K dan Dekranasda yang siap menampung hasil kreasi olahan mijel ini. Jadi, tidak hanya mengurangi sampah namun juga dapat menambah kantong keuangan Ibu-ibu," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Eric Pahlevi Zakria Lumbun mengapresiasi giat pelatihan yang digagas oleh DWP Kepulauan Seribu dalam memanfaatkan mijel menjadi barang yang bermanfaat.
"Saya sangat mengapresiasi, karena ini merupakan kegiatan pertama dimana selama pandemi kita hanya bisa melakukan kegiatan secara virtual. Diharapkan produk ini bisa dipasarkan di Dekranasda," tutupnya.