PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) yang merupakan bagian dari Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, terus meningkatkan sistem keamanan fasilitas operasinya. Bekerja sama dengan Komando Pasukan Katak (KOPASKA) TNI Angkatan Laut, PHE OSES gelar latihan Penanggulangan Kondisi Darurat di kawasan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu Utara.
Antonius Dwi Arinto, selaku General Manager PHE OSES mengatakan, latihan ini berupa simulasi pembebasan sandera di Barge Cosl 222, untuk meningkatkan sinergi antar-instansi negara dan sebagai upaya berkelanjutan pengamanan fasilitas produksi PHE OSES selaku obyek vital nasional atau obvitnas.
“Harapannya, kompetensi yang dimiliki KOPASKA TNI AL dapat mendukung PHE OSES melakukan upaya preventif program keselamatan lingkungan selama operasional berlangsung," papar Antonius, Kamis (16/06/2022).
Kesempatan kerja sama dengan KOPASKA TNI AL seperti sekarang, menurut Antonius, juga dimanfaatkan untuk menguji kehandalan protokol PKD yang selama ini dijalankan PHE OSES melalui Manajemen Penanggulangan Keadaan Krisis dan Darurat (ERCM). Protokol ini turut melibatkan personil terlatih dan tim manajemen yang kompeten untuk melakukan koordinasi penanganan darurat yang terjadi di wilayah operasi PHE OSES.
“Latihan bersama ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kehandalan personil PHE OSES dalam menghadapi eskalasi gangguan keamanan yang dapat menghambat capaian target produksi migas," terang Antonius.
Simulasi didukung penggunaan berbagai alutsita canggih milik TNI AL. Selain itu, sebanyak 240 personil KOPASKA dan tim pendukung TNI AL lainnya terlibat dalam latihan pembebasan sandera yang berlangsung selama 5 hari sejak 12 Juni 2022 lalu. Salah satu fasilitas operasi PHE OSES yang berada di gugus Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Pabelokan, digunakan sebagai pangkalan aju pasukan KOPASKA sebelum melakukan simulasi penyerbuan pembebasan sandera di Barge Cosl 222 pada 14 Juni 2022 pagi.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengaplikasikan hal teknis dan taktis secara langsung di lapangan," ujar Kolonel Laut (P) Baroyo E.B., M.M., CRMP, selaku Wakil Komandan Pusat KOPASKA TNI AL.
Sementara itu, Frans R. Junior, selaku Assistant Manager Security PHE OSES menilai, simulasi pembebasan sandera juga dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi tugas dan tanggung jawab personil pengamanan internal perusahaan dalam memastikan kondusivitas operasional migas.
“Latihan ini juga sebagai penyegaran panduan yang tercantum dalam rencana tanggap darurat (Emergency Response Plan/ERP) PHE OSES," pungkas Frans.