Alat Pemantau Udara Dipasang di Empat Pulau Berpenduduk
Pemerintah terus memperkuat pengawasan kualitas udara di wilayah Kepulauan Seribu, dengan memasang alat pemantau udara ambien di empat pulau berpenduduk.
Empat lokasi yang menjadi titik pengukuran mencerminkan karakter aktivitas khas wilayah masing-masing, antara lain transportasi di Pulau Tidung, industri di Pulau Kelapa, permukiman padat di Pulau Panggang dan pusat pemerintahan di Pulau Pramuka.
“Pengukuran ini penting sebagai data dasar untuk menilai dampak aktivitas lokal terhadap kualitas udara. Meskipun Kepulauan Seribu dikenal memiliki udara yang relatif bersih, pemantauan tetap harus dilakukan secara rutin dan ilmiah,” ujar Sri Hayyu, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Rabu (16/07/2025).
Hayyu menjelaskan, alat yang dipasang merupakan passive sampler untuk parameter gas pencemar utama, yaitu nitrogen dioksida dan sulfur dioksida, masing-masing lima unit per parameter, lengkap dengan shelter dan satu blangko sebagai kontrol.
"Perangkat ini dikirimkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara," ucapnya.
Nantinya, setelah alat terpasang selama empat belas hari, sampel udara akan dikirim ke laboratorium yang telah ditunjuk untuk dianalisis. Hasil uji diperkirakan keluar dalam satu hingga 2 bulan. Sementara itu, Tahap II pengukuran kualitas udara di Kepulauan Seribu dijadwalkan berlangsung pada September 2025.
Data dari dua tahap pengukuran ini akan dihimpun sebagai dasar perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) yang menjadi bagian dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) DKI Jakarta.
"Pada 2024, Kepulauan Seribu mencatat nilai IKU tertinggi di Jakarta, yakni 92,83 dari skala 100, menandakan kualitas udara yang sangat baik dibanding lima kota administrasi lainnya," kata Hayyu.
Meski metode passive sampler memerlukan waktu analisis laboratorium, masyarakat tetap dapat memantau kondisi udara secara real-time melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKU) milik Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, SPKU reference grade berada di Pulau Panggang, dan low-cost sensor tersedia di Pulau Pramuka.
"Informasi kualitas udara dapat diakses melalui situs udara.jakarta.go.id atau aplikasi JAKI," pungkas Hayyu.
Bagaimana Pendapatmu Terkait Berita Tentang "Alat Pemantau Udara Dipasang di Empat Pulau Berpenduduk" ?