Sebanyak tiga puluh warga mengikuti kegiatan Sosialisasi, Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tingkat Kelurahan Pulau Kelapa, yang digelar Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pola dan halaman Kantor Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Selasa (28/04/2026) turut dihadiri Kepala Sektor VII Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Aris, Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah dan lainnya.
Dalam kegiatan ini diisi dengan berbagai materi, mulai dari tugas dan fungsi Redkar, teori dasar api, hingga praktik pemadaman menggunakan alat tradisional dan modern seperti APAR, serta simulasi penggunaan mesin pompa rumah hidran dengan formasi regu.
Kepala Sektor VII Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Aris mengatakan, pembentukan dan pembinaan Redkar bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah permukiman padat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar penanggulangan kebakaran. Redkar diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah menekankan pentingnya peran relawan dalam situasi darurat kebakaran.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, apalagi di wilayah padat seperti Kelurahan Pulau Kelapa. Gulkarmat memang sigap, tapi menit-menit pertama sangat menentukan. Di sinilah saya berharap peran Redkar menjadi garda terdepan sebelum bantuan datang,” katanya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan diri saat melakukan penanganan kebakaran.
“Saya berpesan agar Redkar tetap mengutamakan keselamatan diri. Jangan menjadi korban karena panik, dan selalu ikuti SOP yang diajarkan narasumber,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, salah seorang peserta, Rahman (35), mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari kegiatan tersebut, terutama terkait teknik dasar pemadaman api.
“Pelatihannya sangat bermanfaat, kami jadi tahu cara menggunakan APAR dan mesin hidran dengan benar. Semoga ilmu ini bisa kami terapkan jika terjadi kebakaran di lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan warga dalam menghadapi potensi kebakaran sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah Kepulauan Seribu.