Sebanyak lima puluh peserta mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif bertajuk “Dari Kreasi ke Strategi Promosi” tahun 2026 di Gedung Sasana Wisata Serbaguna dan RPTRA Amiterdam, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan mengatakan, kegiatan yang diikuti para pelaku usaha, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan karang taruna, bertujuan membekali para pelaku ekonomi kreatif dengan wawasan yang lebih luas serta kemampuan yang mumpuni dalam mengembangkan usaha.
“Di era globalisasi saat ini, memiliki produk yang baik saja tidak cukup. Pelaku usaha juga dituntut mampu memotret, merekam, dan memasarkan produknya secara menarik melalui media sosial,” ujarnya, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan pelaksanaan bimtek difokuskan pada tiga subsektor unggulan, yaitu fesyen melalui pelatihan membatik, fotografi, serta film, animasi, dan videografi. Melalui fokus tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus strategi promosinya.
Dalam kegiatan ini, Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Batik Gobang, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), serta para praktisi fotografi, videografi, dan digital marketing.
“Kegiatan ini kami kemas dengan berbagai metode, mulai dari teori dan praktik, sesi berbagi inspirasi (sharing session), hingga pendampingan lanjutan bagi peserta melalui grup komunikasi daring,” ujarnya.
Sonti berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan kegiatan ini secara optimal sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan promosi. Ia optimistis produk batik dan destinasi wisata Kepulauan Seribu dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga mancanegara.
“Mari kita buktikan bahwa dari pulau-pulau kecil ini dapat lahir strategi besar yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia menilai para peserta sangat antusias karena kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dengan materi yang beragam dan aplikatif.
“Materi yang diberikan meliputi teori dan praktik membatik, strategi branding digital, estetika visual fotografi, hingga pembuatan konten video pendek. Hal ini menjadi nilai tambah bagi peserta dalam mengembangkan usahanya. Semoga para pelaku ekonomi kreatif di Pulau Untung Jawa mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Nurkholis (35), mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan banyak pengalaman baru serta mendorong peserta untuk lebih kreatif dalam membuat konten promosi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tandasnya.