Kelompok budidaya rumput laut Cottoni Jaya di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, terus menunjukkan produktivitasnya meski menghadapi tantangan harga jual yang belum stabil.
Kelompok binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu ini berhasil mencatat hasil panen cukup signifikan sepanjang awal tahun 2026.
Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, kelompok tersebut memiliki sepuluh anggota, namun saat ini baru empat orang yang aktif melakukan penanaman.
“Dari Januari hingga Maret, hasil panen rumput laut kering mencapai sekitar empat ton. Sementara dari Maret hingga saat ini, tercatat sekitar dua ton,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Nurliati menjelaskan, jenis rumput laut yang paling cocok dikembangkan di wilayah Pulau Pari adalah cottonii dan spinosum. Sementara jenis sargassum umumnya tersedia secara alami di perairan sekitar.
“Potensi budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu masih sangat besar. Kami terus mendorong peningkatan jumlah petani aktif serta penguatan pemasaran agar nilai jual bisa lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Cottoni Jaya, Furkon menyampaikan, hasil panen rumput laut saat ini sebagian besar dipasarkan ke wilayah Tangerang.
“Untuk harga jual terakhir, rumput laut kering asin dihargai sekitar Rp12.000 per kilogram dan kering tawar Rp. 40.000 per kg. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami ke depan,” ungkapnya.
Furkon berharap, adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, baik dalam hal pembinaan maupun akses pasar, sehingga budidaya rumput laut dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
“Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu diharapkan dapat menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” tandasnya.