Sebanyak enam puluh warga Kepulauan Seribu mengikuti Pelatihan Selam Gratis di Perairan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Pelatihan yang diselenggarakan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Scuba Schools International (SSI), untuk kategori pelatihan selam pemula.

Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha mengatakan, pelatihan yang diikuti enam puluh peserta dari enam kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu, bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai teknik penyelaman yang aman, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari Kelompok DPL-BM, pegiat konservasi, hingga para pemuda yang sedang mencari peluang kerja,” ujarnya, Kamis (07/05/2026).

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi teori mengenai teknik dasar penyelaman, penggunaan peralatan, hingga prosedur keselamatan. Setelah itu, peserta melakukan praktik menyelam menggunakan peralatan selam di perairan Pulau Pramuka.

Menurut Gama, peserta yang dinyatakan lulus pada tes kompetensi di akhir pelatihan akan memperoleh sertifikasi Basic Diving dari SSI.

“Sertifikat ini dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang ingin terlibat di sektor wisata bahari maupun kegiatan konservasi laut,” ungkapnya.

Gama berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak penyelam lokal yang profesional, sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari dan pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.

“Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi menciptakan masyarakat pesisir yang lebih terampil, mandiri, dan siap bersaing di sektor ekonomi kelautan yang terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut, karena masyarakat Kepulauan Seribu membutuhkan keterampilan khusus serta lisensi resmi demi menjamin keselamatan.

“Tidak semua orang yang terbiasa di laut otomatis bisa menyelam dengan aman. Dibutuhkan pengetahuan, teknik, dan sertifikasi agar aktivitas bawah laut dapat dilakukan sesuai standar keselamatan,” katanya.

Menanggapi hal ini, salah seorang peserta asal Pulau Panggang, Sopian (27), mengaku pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya, terlebih lagi pelatihan gratis tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki keterampilan menyelam secara profesional.

“Sekarang saya bisa belajar langsung teknik menyelam yang benar dan aman. Pelatihan ini penting karena dapat menjadi tambahan keterampilan untuk mencari pekerjaan,” pungkasnya.