Sebanyak tujuh belas personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pulau Pari dikerahkan untuk membersihkan material sisa kebakaran rumah.
Para petugas tersebut membersihkan rumah yang terbakar di RT 01/04, Jalan Pari Utama, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Lurah Pulau Pari, Yusuf mengatakan, pembersihan dilakukan untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah kebakaran sekaligus mempercepat penataan kembali lingkungan pascakejadian.
“Kami membantu membersihkan material sisa kebakaran dengan mengerahkan Pasukan Oranye. Sudah menjadi kewajiban kami membantu warga yang tertimpa musibah dan membutuhkan bantuan,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Yusuf menuturkan, petugas PPSU turut membersihkan puing-puing bangunan serta barang-barang yang hangus terbakar, seperti lemari, mesin cuci, dan perabot rumah tangga lainnya.
"Kami juga telah berkoordinasi untuk mengajukan bantuan kepada Baznas Bazis dan BPBD bagi korban kebakaran. Saat ini bantuan tersebut masih dalam proses penyaluran. Kami turut prihatin atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu rumah warga ini. Semoga bantuan yang diberikan nantinya dapat meringankan beban korban,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman menjelaskan, kebakaran terjadi pada 10 Mei dan menghanguskan bangunan rumah seluas 7x15 meter persegi.
"Kebakaran diduga dipicu beban listrik berlebih di bagian gudang rumah yang berisi tali, mesin cuci bekas, serta barang-barang bekas lainnya. Untuk menangani kebakaran tersebut, kami mengerahkan lima personel beserta satu unit gerobak motor pemadam dan perlengkapan pendukung lainnya,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, korban kebakaran, Mustofa mengaku peristiwa terjadi begitu cepat, karena api langsung membesar di bagian belakang rumah, meski sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun alat tersebut berada di dapur dan sudah ikut terbakar.
“Kalau dikerjakan sendiri tentu kami tidak sanggup karena material dan barang yang harus dibersihkan cukup banyak. Bantuan dari petugas sangat membantu kami,” tandasnya.