Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Seribu, sukses menggelar kegiatan Pelayanan Terpadu Keliling (Peduli) Pulau di dua pulau berpenduduk pada 12-13 Mei.
Kegiatan Peduli Pulau yang dilakukan di Pulau Tidung dan Pulau Panggang, merupakan upaya jemput bola pelayanan administrasi dan perizinan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPPMPTSP Kabupaten Kepulauan Seribu, Syukahar mengatakan, program Peduli Pulau bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi, perizinan, hingga legalitas usaha secara langsung dan cepat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat pulau. Melalui sistem jemput bola, warga dapat memperoleh berbagai layanan administrasi dan perizinan dengan mudah, gratis, dan transparan,” ujar Syukahar, Rabu (13/05/2026).
Pelayanan ini melibatkan sejumlah instansi seperti Sudin Dukcapil, Polres Kepulauan Seribu, BPJS Ketenagakerjaan, BPN, KP2KP, Pengadilan Agama Jakarta Utara, Bank Jakarta dan lainnya.
Kegiatan Peduli Pulau yang berlangsung di Pulau Tidung pada 12 Mei behasil memberikan 155 layanan kepada masyarakat, meliputi administrasi kependudukan, pembuatan paspor, SKCK, konsultasi pertanahan, perpajakan, hingga layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, kegiatan di Pulau Panggang pada 13 Mei berhasil memberikan sebanyak 57 layanan kepada masyarakat, meliputi pembuatan paspor, SKCK, konsultasi PBB, layanan administrasi kependudukan, hingga pengajuan KUR.
“Kegiatan Peduli Pulau menjadi salah satu langkah mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui fasilitasi legalitas usaha bagi pelaku UMKM dan warga setempat. Dengan adanya legalitas usaha dan administrasi yang tertib, kami berharap masyarakat semakin mudah mengembangkan usahanya serta memperoleh akses layanan publik lainnya,” kata Syukahar.
Sementara itu, salah seorang warga Pulau Panggang, Sahrudin (39) mengaku terbantu dengan adanya pelayanan langsung di wilayah tempat tinggalnya.
“Biasanya kami harus ke daratan untuk mengurus dokumen. Sekarang lebih mudah karena pelayanannya hadir langsung di pulau, jadi lebih hemat waktu dan biaya,” tandasnya.