Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta bersama Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Kalimantan Barat KKP RI, melaksanakan monitoring Kawasan Konservasi Perairan Kecamatan Kepulauan Seribu.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasubkel Tata Kelola Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil DKPKP Provinsi DKI Jakarta, Supriyadi Saleh bersama tim, serta Kattia Setiyani Widiastuti dari Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Kalimantan Barat KKP RI.
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2026 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan, yang menjadikan kawasan tersebut sebagai Kawasan Konservasi Daerah pertama yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasubkel Tata Kelola Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil DKPKP Provinsi DKI Jakarta, Supriyadi Saleh mengatakan, kegiatan monitoring bertujuan memastikan kondisi ekosistem laut di kawasan konservasi tetap terjaga secara berkelanjutan.
“Monitoring dilakukan untuk menilai kondisi terumbu karang, padang lamun, mangrove, kualitas air laut, serta kesehatan habitat biota laut dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengawasi populasi sumber daya ikan dan biota laut, termasuk perkembangan ikan karang, biota dilindungi, dan keanekaragaman hayati agar pemanfaatannya tetap berkelanjutan.
Dalam kunjungan ini juga dilakukan pengukuran efektivitas kawasan konservasi, untuk mengetahui sejauh mana penetapan kawasan mampu mengurangi kerusakan lingkungan, penangkapan ikan berlebih, serta aktivitas ilegal di wilayah perairan.
“Dalam monitoring ini kami juga mendeteksi potensi ancaman dan kerusakan lingkungan sejak dini, seperti pencemaran laut, kerusakan terumbu karang, abrasi, sedimentasi, hingga dampak perubahan iklim berupa pemutihan karang atau coral bleaching,” katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati menambahkan, hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu.
“Kawasan konservasi yang terjaga akan mendukung perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir di Kepulauan Seribu,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan monitoring ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.