Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu menggelar Aksi Bersih Pantai di kawasan Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengatakan kegiatan ini mengusung tema ‘Kelola Sampah Pulau Kecil Terstandar’ dan dirangkai dengan pengukuhan gerakan pilah sampah di wilayah Kelurahan Pulau Tidung.
“Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah kepulauan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di wilayah pulau kecil," ujarnya.
Hariadi menjelaskan, aksi bersih pantai diikuti sekitar dua ratus peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup RI, jajaran Sudin LH Kepulauan Seribu, anggota Pramuka Saka Kalpataru, unsur kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat.
“Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyisir kawasan pesisir Pantai Jembatan Cinta untuk mengumpulkan sampah yang kemudian dipilah menjadi kategori organik dan anorganik,” tuturnya.
Hariadi menambahkan, selain membersihkan lingkungan, pihaknya juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang memiliki nilai manfaat ekonomi.
"Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah bernilai guna. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah plastik bisa didaur ulang menjadi berbagai produk prakarya," jelasnya.
Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Selatan, Muhammad Nur, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan pilah sampah yang terus digencarkan telah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Pengelolaan sampah secara mandiri sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun, melalui momen ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya konsistensi dalam memilah sampah," ungkapnya.
Muhammad Nur menambahkan, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung harus terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
"Pulau ini adalah aset wisata. Jika lingkungannya bersih dan tertata, wisatawan akan merasa nyaman dan keindahan alam kita akan terus terjaga," tandasnya.