Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, meninjau kesiapan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) milik PAM Jaya di Pulau Kelapa, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino, yang dapat memengaruhi ketersediaan air bersih bagi warga.
Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau berpenduduk.
"Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan ketersediaannya. Karena itu, kami terus mendorong berbagai solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PAM Jaya dan sektor swasta, agar pelayanan air bersih bagi warga tetap terjaga," ujar Fadjar, Rabu (10/06/2026).
Fadjar menjelaskan, air bersih memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas ekonomi warga.
"Air bersih digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, kesehatan, hingga mendukung kegiatan usaha warga. Karena itu, keberadaannya harus menjadi tanggung jawab bersama dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat," katanya.
Fadjar juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pengembangan infrastruktur air bersih di Kepulauan Seribu, dengan kolaborasi semua pihak untuk mempercepat peningkatan layanan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap seluruh proses yang sedang berjalan dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dukungan dari pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyediaan air bersih yang berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, petugas PAM Jaya Pulau Kelapa, Hafizhul Wahyudi menjelaskan, bahwa kondisi operasional fasilitas SWRO di Kepulauan Seribu saat ini berbeda di masing-masing lokasi.
“Saat ini SWRO Pulau Kelapa, Pulau Harapan masih dalam status off produksi. Namun, untuk SWRO Pulau Kelapa Dua beroperasi normal dan tetap memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kami terus melakukan pemantauan serta memastikan seluruh sistem berjalan optimal agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," ungkapnya.
Hafizhul menambahkan, PAM Jaya terus berkoordinasi dengan Kabupaten Kepulauan Seribu dan pihak terkait, untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih, khususnya dalam menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino.