Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu menyelenggarakan Puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS), yang diselenggarakan di  di Kantor Kelurahan Pulau Pari, Pulau Lancang, Kamis (11/06/2026).

Menurut Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Ghamal Ahmad Pramana, peringatan HTBS setiap tanggal 24 Maret merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat mengenai Tuberkulosis, sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dunia usaha, maupun masyarakat secara luas,” ucap Ghamal.

Tema peringatan HTBS Tahun 2026 di wilayah Kepulauan Seribu ‘SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB’. Tema tersebut menggambarkan bahwa penanggulangan Tuberkulosis tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, kita harus bersatu karena membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pemerintah, masyarakat, fasilitas kesehatan, kader, dan komunitas.

Ghamal menjelaskan, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Kepulauan Seribu dilaksanakan pada 10-11 Juni 2026 di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang.

“Dalam rangka memperingati HTBS Tahun 2026, Sudin Kesehatan telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi, kunjungan rumah, skrining Tuberkulosis, pemeriksaan Tuberkulosis di Puskesmas, lomba video edukasi yang diikuti oleh tujuh Kampung Siaga Tuberkulosis, pemeriksaan kesehatan ronsen paru dengan menggunakan Portable Xray, bincang Tuberkulosis dan lainnya,” jelas Ghamal.

Ghamal juga mengapresiasi kader Tuberkulosis dan Kampung Siaga Tuberkulosis yang telah mendukung upaya penanggulangan Tuberkulosis di wilayah Kepulauan Seribu.

“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 sekaligus Menyambut HUT Provinsi DKI Jakarta ke-499, termasuk para sponsor. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini Tuberkulosis, menyelesaikan pengobatan secara tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita Tuberkulosis,” tambahnya.