Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, melepas tiga puluh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan melakukan pendataan usaha di wilayah Kepulauan Seribu.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ballroom Sunlake Waterfront Resort & Convention, Jakarta, Jumat (12/06/2026) turut dihadiri Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Seribu, Alfhonso Triantoro dan lainnya.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik nasional yang sangat krusial. Hasil dari sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

"Data yang akurat dan berkualitas sangat diperlukan untuk memetakan perkembangan dunia usaha, perubahan struktur ekonomi, serta potensi sektor unggulan di Kepulauan Seribu," ujarnya.

Fadjar menjelaskan, keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun oleh para petugas di lapangan, yang menjadi ujung tombak sekaligus representasi BPS saat berhadapan langsung dengan pelaku usaha.

"Para petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menjamin kerahasiaan data responden. Kepercayaan masyarakat adalah kunci untuk menghasilkan data yang akurat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto mengaku, hasil sensus sepuluh tahunan ini akan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global. Data tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi.

"Target kita adalah membawa Jakarta menembus peringkat dua puluh besar kota global dunia pada 2045. Petugas adalah garda terdepan kualitas data nasional kita," katanya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan Kabupaten Kepulauan Seribu yang dinilai paling stabil dalam hal kesiapan personel. Terlebih, seluruh petugas yang dikerahkan merupakan putra-putri daerah yang memahami karakteristik wilayah Kepulauan Seribu.

"Kami harap warga dan pelaku usaha mendukung kegiatan ini dengan memberikan data yang jujur dan akurat kepada petugas demi masa depan ekonomi Jakarta yang lebih baik," harapannya.

Tercatat, 30 petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 tersebut terdiri dari 25 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 5 Petugas Pengawas Lapangan (PML).

"Kami sengaja melibatkan warga lokal untuk memudahkan akses komunikasi dan mengefektifkan pendataan, mengingat kendala transportasi antar pulau yang cukup menantang," jelas Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Seribu, Alfhonso Triantoro.

Alfhonso menjelaskan, pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. Fokus pendataan mencakup 4 hingga 6 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) per petugas, termasuk wilayah non-SLS seperti pulau resort dan pulau tidak berpenduduk yang memiliki aktivitas usaha.

"Untuk memastikan kualitas data, pegawai BPS Kepulauan Seribu akan melakukan pendampingan melekat kepada petugas pada dua hari pertama pelaksanaan, yakni 15-16 Juni," tandasnya.