Program ketahanan pangan terus menunjukkan hasil positif di wilayah Kepulauan Seribu, salah satunya di RPTRA Nyiur Melambai, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Panen yang melibatkan unsur kelurahan, pengelola RPTRA, Tim Penggerak PKK, serta petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu tersebut menghasilkan 1,4 kilogram cabai dengan nilai penjualan mencapai Rp 112 ribu.
Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah mengatakan, kegiatan panen cabai ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan produktif di lingkungan permukiman.
"Melalui kegiatan urban farming yang dikembangkan di RPTRA Nyiur Melambai, kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lebih produktif. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, hasil panen juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga," ujarnya, Kamis (09/07/2026).
Menurut Adriansyah, keberhasilan panen cabai tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, pengelola RPTRA, dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mandiri dalam penyediaan pangan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi warga, untuk mengembangkan tanaman pangan di pekarangan maupun lahan yang tersedia. Dengan begitu, program ketahanan pangan nasional dapat didukung mulai dari tingkat keluarga," katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Pulau Kelapa, Sobri (43), mengaku senang dengan adanya kegiatan budidaya cabai di RPTRA Nyiur Melambai, karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Selain menambah pengetahuan tentang cara menanam dan merawat cabai, hasil panennya juga bisa dirasakan bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar warga semakin termotivasi memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari," tandasnya.