Desa Wisata Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, menjalani asesmen lapangan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan yang dilakukan tim Kementerian Pariwisata RI

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi implementasi praktik pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan asesmen dipimpin Asisten Deputi Perancangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Muhammad Nurdin, dengan meninjau sejumlah lokasi yang menjadi indikator penilaian dalam empat kategori utama, yakni pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan budaya, sosial ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Muhammad Nurdin mengatakan, asesmen lapangan dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan pengajuan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan bagi Desa Wisata Pulau Kelapa. Tim melakukan verifikasi langsung terhadap implementasi praktik-praktik pariwisata berkelanjutan di lapangan sesuai kriteria yang telah ditetapkan," ujarnya, Kamis (16/07/2026).

Dalam asesmen tersebut, tim melakukan peninjauan ke sejumlah titik, antara lain Sekretariat Pokdarwis untuk kategori pengelolaan berkelanjutan, Sanggar Seni Kembang Kelapa dan Kampung Adat Bugis untuk kategori keberlanjutan budaya, serta unit usaha masyarakat seperti kafe, Souvenir Bahari, dan Batik Ecoprint pada kategori sosial ekonomi.

Sementara untuk kategori keberlanjutan lingkungan, tim mengunjungi BWRO Pulau Kelapa, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Bank Sampah Kresek Indah, serta kawasan Taman Nasional Seksi I Kelapa Dua.

Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, menyampaikan komitmen pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas sarana pendukung pariwisata dan lingkungan di wilayahnya.

"Kami terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas sesuai rencana masing-masing UKPD. Dalam waktu mendatang akan ada peningkatan mesin SWRO dan BWRO untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat serta wisatawan," katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan juga menjadi fokus utama dalam mendukung status desa wisata berkelanjutan.

"Selain itu, akan dilakukan peningkatan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pulau Kelapa seiring rencana pembangunan TPS3R oleh Sudin Lingkungan Hidup. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah dan lingkungan yang berkelanjutan," tandas Adriansyah. 

Melalui asesmen tersebut, Desa Wisata Pulau Kelapa diharapkan dapat memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dan menjadi contoh pengembangan destinasi wisata yang mengedepankan aspek ekonomi, sosial budaya, serta kelestarian lingkungan di Kepulauan Seribu.