Sebanyak 21 warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mengikuti Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan Terpadu.

Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan Terpadu tersebut digelar Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kepulauan Seribu di RPTRA Nyiur Melambai, Kelurahan Pulau Kelapa, Kamis (16/07/2026).

Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di wilayah Kepulauan Seribu.

"Kami terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pelatihan kewirausahaan ini, warga tidak hanya memperoleh keterampilan memasak, tetapi juga pengetahuan untuk mengembangkan usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya.

Menurut Simon, pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal dan kebutuhan pasar, menjadi salah satu strategi dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga (PMKK) Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Ira Rachmawati menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan hari kedua pelatihan setelah sebelumnya sukses digelar di Kelurahan Pulau Untung Jawa.

"Pelatihan ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang berdaya saing," katanya.

Ia menambahkan, pelatihan menghadirkan instruktur profesional dari Olivia Baking Course. Pada sesi praktik, peserta diajarkan membuat menu Ayam Bumbu Woku dan Wonton Chili Oil yang dinilai memiliki peluang pasar cukup menjanjikan.

"Selain teknik memasak, peserta juga mendapatkan materi tentang penyajian produk, teknik pengemasan, hingga perhitungan sederhana harga jual. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun usaha rumahan yang berkelanjutan," jelasnya.

Menanggapi hal ini, salah seorang peserta, Nana (47), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat.

"Saya sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Menu yang diajarkan menarik, sesuai dengan tren kuliner saat ini, dan berpotensi untuk dijadikan usaha kecil-kecilan di rumah," ungkapnya. 

Nana berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga, khususnya ibu rumah tangga, yang memiliki keterampilan dan peluang untuk menambah penghasilan keluarga.