Kabupaten Kepulauan Seribu menerima kunjungan tim verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup RI untuk Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 05 Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses peningkatan status Proklim RW 05 menuju kategori Proklim Lestari.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat RW 05 serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama, mulai dari kenaikan muka air laut, abrasi, perubahan cuaca, ancaman terhadap ekosistem hingga persoalan sampah. Karena itu, Program Kampung Iklim menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui aksi adaptasi dan mitigasi berbasis komunitas," ujarnya, Senin (20/07/2026).

Menurut Aceng, berbagai upaya yang telah dilakukan warga RW 05, seperti pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik, hingga pemanfaatan kembali limbah menjadi produk bernilai guna merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia menambahkan, verifikasi Proklim bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Panggang mampu menjadi pelopor pengendalian perubahan iklim melalui inovasi, gotong royong, dan partisipasi aktif warga.

"Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Program Kampung Iklim di seluruh wilayah. Kami berharap RW 05 Pulau Panggang dapat meraih hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kepulauan Seribu maupun Provinsi DKI Jakarta," katanya.

Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi menjelaskan, RW 05 merupakan wilayah terluas di Kelurahan Pulau Panggang dengan jumlah kepala keluarga terbanyak, sehingga memiliki tantangan yang lebih besar dalam pengelolaan lingkungan.

"Alhamdulillah hampir seluruh warga RW 05 sudah melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Kesadaran masyarakat sangat tinggi dan kami yakin gerakan ini akan terus berlanjut," ungkapnya.

Yulihardi juga memaparkan berbagai kegiatan lingkungan yang telah berjalan di wilayah tersebut, di antaranya pengelolaan bank sampah, konservasi terumbu karang, penanaman mangrove, serta pembangunan biopori di sejumlah titik.

Menurutnya, kawasan konservasi terumbu karang telah dikembangkan di sekitar wilayah Tanjung Alam Berseri, sementara penanaman mangrove dilakukan pada zona-zona yang telah disepakati bersama masyarakat.

"Gerakan penanaman mangrove terus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah kecamatan, kelurahan dan masyarakat. Saat ini juga telah tersedia sekitar seribu bibit mangrove yang siap ditanam," tandasnya.