Tim Verifikator Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, melakukan Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari di RW 05 Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pencocokan data dan kondisi lapangan, yang telah dilaporkan oleh pengelola Proklim.
Anggota Tim Verifikator KLH, Dika Aditya mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang telah disampaikan, dengan kondisi nyata di lapangan.
"Tujuan verifikasi ini adalah melakukan pengecekan data dan kondisi lapangan. Jadi bukan semata-mata penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan serta pertukaran informasi antara tim verifikator dan masyarakat," ujarnya, Selasa (21/07/2026).
Menurut Dika, tim verifikator juga bertugas menjadi penghubung antara masyarakat dengan tim penilai di tingkat nasional serta memberikan masukan untuk penguatan program lingkungan yang telah berjalan.
"Kami berharap seluruh proses verifikasi dilakukan secara terbuka agar informasi yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada. Melalui kegiatan ini kami juga ingin berdiskusi dan belajar mengenai praktik-praktik baik yang telah dilakukan masyarakat RW 05 Pulau Panggang," katanya.
Sementara itu, Hermansyah (39) salah satu pengurus kandidat Proklim Lestari dari RW 05 Kelurahan Pulau Panggang menjelaskan, masyarakat setempat terus menjalankan berbagai program lingkungan sebagai upaya meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
"Sebagian besar warga sudah menggunakan lampu hemat energi dan pemanfaatan energi surya juga terus bertambah. Banyak nelayan maupun warga yang memasang panel surya sebagai sumber energi alternatif," terangnya.
Hermansyah menilai, peningkatan vegetasi dan kegiatan konservasi lingkungan terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain memperkuat ekosistem pesisir, kegiatan tersebut juga mendukung ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.
"Semua unsur masyarakat di RW 05 bergerak bersama. Mulai dari pengelolaan sampah, konservasi lingkungan, peningkatan kapasitas bank sampah hingga edukasi kepada warga terus dilakukan secara berkelanjutan," ungkapnya.
Hermansyah menuturkan, berbagai upaya yang dilakukan masyarakat telah membuahkan hasil dengan diraihnya sejumlah penghargaan di bidang lingkungan dan konservasi selama dua tahun terakhir. Pada 2024, RW 05 juga memperoleh apresiasi melalui Anugerah Desa Wisata yang menilai aspek ketahanan dan keberlanjutan lingkungan.
"Penghargaan yang kami terima membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan membangun ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim," tandasnya.