Aspemkesra Kabupaten Kepulauan Seribu, Purnomo, meminta seluruh petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk menjaga ketertiban lingkungan kantor di Gedung Mitra Praja, agar tetap nyaman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat yang berkunjung.
Arahan tersebut disampaikan Aspemkesra Kabupaten Kepulauan Seribu, Purnomo saat memimpin apel yang diikuti puluhan petugas PJLP di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Jumat (24/07/2026).
Menurut Purnomo, Gedung Mitra Praja merupakan kantor perwakilan Kabupaten Kepulauan Seribu, sehingga seluruh petugas memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban lingkungan kerja.
"Gedung Mitra Praja ini merupakan kantor perwakilan Kabupaten Kepulauan Seribu, jadi kita harus meningkatkan ketertibannya secara maksimal, agar lingkungan kantor nyaman untuk para ASN dan pengunjung yang datang," ujarnya.
Tercatat, apel tersebut diikuti puluhan petugas PJLP yang terdiri atas petugas cleaning service, pengamanan dalam, serta petugas mechanical and electrical.
Dalam kesempatan itu, Purnomo juga mengingatkan pentingnya penegakan aturan di lingkungan kantor, termasuk larangan merokok di area yang tidak diperbolehkan, serta penerapan etika berpakaian yang sopan.
"Area kantor tidak boleh digunakan untuk merokok sembarangan dan harus dijaga. Hal yang sama juga berlaku untuk etika berpakaian di kantor. Terapkan berpakaian yang sopan. Petugas PJLP dapat memberikan teguran secara santun kepada siapa pun yang melanggar aturan tersebut," tegasnya.
Selain menjaga ketertiban, Purnomo meminta seluruh petugas mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Ia mengarahkan agar setiap lantai Gedung Mitra Praja dilengkapi tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik. Petugas PJLP juga diminta memahami kategori sampah sehingga proses pemilahan dapat dilakukan dengan benar sejak dari sumbernya.
"Siapkan setiap lantai tong sampah untuk golongan sampah organik dan nonorganik. Petugas juga harus memahami mana sampah yang masuk kategori organik dan anorganik sehingga pemilahan dapat dilakukan dengan tepat," tandasnya.