Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kepulauan Seribu, menggelar Pelatihan Pembentukan Tenaga Kerja Mandiri Bidang Aneka Minuman Tahun 2026 bagi warga Kelurahan Pulau Harapan.
Kegiatan yang diikuti sepuluh peserta tersebut berlangsung sejak 27-31 Juli 2026.
Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kepulauan Seribu, Hermawan mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mandiri.
"Melalui pelatihan ini kami ingin membekali peserta dengan kemampuan teknis membuat berbagai produk minuman sekaligus pengetahuan tentang pengemasan, pemasaran, hingga legalitas usaha. Harapannya, setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta mampu membuka usaha sendiri dan meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Hermawan, Selasa (28/07/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan terdiri dari tiga angkatan yang dilaksanakan di tiga pulau berbeda, yakni Angkatan I di Pulau Harapan pada 27–31 Juli 2026, Angkatan II di Pulau Tidung pada 10–14 Agustus 2026 dan Angkatan III di Pulau Pramuka pada 31 Agustus–4 September 2026.
Selama pelatihan di Pulau Harapan, peserta mendapatkan materi desain dan pembuatan logo usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perhitungan biaya produksi (food cost/HPP), serta strategi promosi melalui e-commerce.
"Ada juga praktik membuat berbagai produk minuman, seperti Mango Lassi, Roasted Milk Tea, Kopi Gula Aren, Bir Pletok, Boba Latte, Wedang Ronde, Almond Latte, Fruit Punch, Moccacino, dan Lemon Sereh. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Harapan, Muhammad Nuralim, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Sudin Nakertransgi Kepulauan Seribu yang telah menghadirkan pelatihan ini di Pulau Harapan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan ilmu yang diperoleh, kemudian mengembangkan usaha sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di Pulau Harapan," pungkasnya.