Seorang warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, memanfaatkan lahan terbatas menjadi peternakan ayam petelur, sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan.
Langkah itu dilakukan Sahrial , warga RT 02/RW 03 Pulau Panggang, yang membangun peternakan ayam petelur skala rumah tangga di atas lahan seluas 9x15 meter persegi. Usaha yang masih dalam tahap awal tersebut diawali dengan pemeliharaan sekitar 160 ekor ayam petelur.
Sahrial mengatakan, pembangunan peternakan itu menelan investasi sekitar Rp250 juta yang digunakan untuk pembangunan kandang, penyediaan sarana pendukung, serta pengadaan bibit ayam petelur.
"Usaha ini baru kami mulai. Harapannya, ke depan peternakan ini dapat berkembang dan ikut mendukung program ketahanan pangan pemerintah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan telur bagi masyarakat di Kepulauan Seribu," ujarnya, Jumat (31/07/2026).
Sahrial mengaku, meski belum memasuki masa produksi, ia optimistis usaha tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki menjadi usaha produktif.
"Modal yang saya keluarkan sekitar Rp250 juta, termasuk pembangunan kandang dan fasilitas pendukung. Saya berharap usaha ini terus berkembang dan bisa menjadi contoh bahwa lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, mengapresiasi inisiatif warganya dalam mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
"Kami menyambut baik langkah Pak Sahrial yang memanfaatkan lahan secara produktif. Semoga usaha ini terus berkembang dan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk mengembangkan usaha serupa sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian warga Pulau Panggang," tandasnya.